Di jadwal RRRec Fest pada peringatan 10 Tahun ruangrupa awal Januari lalu, tertera jelas: Zeke Khaseli bakal bermain di panggung outdoor setelah Bangkutaman. Dari kejauhan terdengar intro lagu "Blue Bird Taxi", saya langsung bergegas sambil menyesal kenapa datang terlambat. Sesampainya di sana, ada pemandangan mengherankan. Tak ada Zeke di situ. Di atas panggung, sekelompok anak muda tampak cuek memainkan lagu itu dengan gaya indie-rock lo-fi ala Pavement. Lagu-lagu berikutnya pun dibawakan tanpa basa basi, semuanya bergulir cepat, ringkas, tanpa penjelasan. Dan tak satupun dari mereka mengenakan kostum-kostum aneh: tak ada Boylien, Obama berkepala besar, pria dengan helm dan piyama, bunyi sirene, ataupun poster salak. Ada apa ini? Kenapa bukan Zeke Khaseli dan pasukan bertopengnya yang memainkan repertoire Salacca Zalacca?
Tak jauh dari panggung, Zeke malah duduk-duduk di belakang soundsystem, memainkan pengendali video yang ditembakkan dari laptop-nya ke layar panggung. Gaya visual itu sebetulnya tak jauh beda dengan kebiasaan konser Salacca Zalacca: di layar ada sosok 'mirip Zeke', lengkap dengan blazer hitam, kacamata bingkai tebal, dan topi khasnya. Tapi di video jelas bukan Zeke, itu orang lain yang didandani menyerupai dan berakting di depan kamera. Apa Zeke sedang bercanda? Dengan ekspresi bertanya-tanya, saya menghampiri Harlan 'Bin' Boer dari Jangan Marah Records. Bin hanya bisa tertawa-tawa sambil geleng-geleng kepala.